FKIP Kembali Gelar MOU, Sekaligus Adakan Kompetisi ESC Perdana Dalam Edufest 2020

Sabtu, (18/01) Aliansi Mahasiswa FKIP Unipdu menyelenggarakan Edufest 2020. Aliansi yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) dan BEM FKIP menggelar acara tersebut di Plaza Unipdu. Rektor Unipdu, Ahmad Zahro, membuka sekaligus memberikan sambutan kepada peserta dan pendamping yang hadir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada FKIP dan panitia yang telah menyelenggarakan acara ini. Selain menjadi bagian dari kemestian prodi, acara ini juga bisa menjadi wadah promosi atau pengenalan kampus Unipdu. Beliau juga berharap kampus ini menjadi sandar masa depan generasi milenial. “Unipdu memang belum besar, tapi Insya Allah sudah banyak terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Dan kami mengajak kalian semuanya bagaimana untuk menjadi bagian dari kegiatan unipdu ini. Semoga kalian semua menjadi generasi mendatang yang sukses, amin” ujar beliau.

Mathematic Olympiad of Unipdu (MOU) dan English Speech Contest (ESC) merupakan agenda utama event tahun ini. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan UKM SBR dan PSHT. MOU adalah olimpiade matematika tingkat SMA se-Jawa Timur yang merupakan agenda tahunan Himatika FKIP Unipdu. Pada tahun ketujuh ini, tema yang mereka usung yaitu “sematkan prestasi, matematika beraksi wujudkan generasi muslim cerdas menginspirasi melalui MOU 2020”. Innasari Agustin, ketua pelaksana MOU, menjelaskan maksud dari tema tersebut adalah, dengan adanya MOU 2020 yang merupakan wujud aksi dari mahasiswa matematika ingin menciptakan sebuah prestasi sehingga bisa menginspirasi generasi muslim Indonesia. Acara tersebut diikuti sebanyak 172 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur yang meliputi Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, Lamongan, dan Tulungagung. Meskipun banyaknya kota di tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu, namun jumlah peserta mengalami peningkatan. “Harapannya semoga tahun depan MOU bisa meningkat levelnya tidak hanya se-Jatim tapi juga se-Jawa. Karena kemarin banyak peserta luar Jatim yang berminat” imbuhnya. “Dan semoga tahun depan pesertanya bertambah lebih banyak lagi” pungkasnya. Olimpiade yang cukup menguras pikiran ini akhirnya ditaklukkan Mahesa Yusta, peserta asal SMAN 1 Pasuruan. Ia merasa senang lantaran ini kali pertama bisa membawa pulang trofi juara dua. Mahesa menuturkan persiapan sebelum mengikuti olimpiade ini ia giat mengikuti berbagai macam pembinaan di sekolahnya. “Ada beberapa orang yang kemampuannya terlalu tinggi juga pengen saya capai gitu, ya itu jadi motivasi utama,” tambahnya.

Berbeda dengan MOU yang sudah tujuh kali diselenggarakan, tahun ini merupakan kali pertama ESC digelar. Sesuai nama acara tersebut, ESC merupakan lomba pidato bahasa inggris tingkat SMA se-kabupaten Jombang. Menurut penuturan Nisfu Laily, ketua pelaksana ESC, selain melatih kepercayaan diri, lomba ini juga bertujuan menemukan siswa-siswi yang memiliki kemampuan berbahasa inggris. Ia juga menjelaskan, dengan adanya ESC ini siswa dapat lebih mengenal kampus Unipdu dan sekaligus sebagai bentuk promosi kampus ataupun fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Tema yang diusung pada lomba ESC ini adalah “Speak Up and Conquer the World”. “Speak up itu maksudnya sebuah niat atau tekad. Kalau tidak diekspresikan sama saja dengan tidak melakukan apa-apa kan? So, speak up itu kek sebuah niat yang ada pada dalam diri kalian terus kalian melakukannya, jadi tidak diam saja. So bergerak it calls speak up,” ujar Nisfu. “Conquer the world artinya taklukkan dunia, maksud dari menaklukkan dunia ini adalah berprestasi, belajar lebih giat kek gitu”, imbuhnya. Jumlah peserta yang ikut perlombaan ini sebanyak 28 siswa, Menurutnya jumlah tersebut sudah cukup bagus untuk sebuah debut. Ia juga senang terhadap antusias peserta yang baik terhadap ESC ini. Nisfu berharap ditahun yang akan datang ESC lebih banyak peserta yang berminat mengikuti lomba ini. “Sekarang kita raba-raba dulu apa kurangnya ESC tahun ini, ditahun selanjutnya harus lebih baik, baik itu bagaimana meng-handle audiences, bagaimana caranya agar kurangnya informasi tentang speech contest ini tidak terulang lagi supaya menambah minat khususnya menambah jumlah peserta ESC. yaa yang saya mau ESC yang akan datang jauh lebih baik dari tahun ini, dari semua hal, semua aspek, harus better than this year”, pungkasnya.



1 Comment

Leave a Reply