Lima mahasiswa dan Tiga dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum (Unipdu) lolos dalam Kampus Mengajar yang di Selenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek). Lima diantaranya adalah Amilatus Sholikhah, Sinta Rahmawardani, Melanda Ayu Rahmawati, Alfi Inda Sholikha, Aisyatul Jannah yang berasalah dari Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unipdu Jombang. Sedangkan Tiga Dosen yang lolos adalah Muhammad Saifuddin, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan dua dosen lain dari Program Studi Pendidikan Matematika yaitu Ciptianingsari Ayu Vitantri, M.Pd dan Tomy Syafrudin, M.Pd.

Nadiem Makariem selaku leader di Kemdikbud Ristek meluncurkan membuat gebrakan berupa Kampus Merdeka yang salah satu pgroamnya adalah Kampus Mengajar. “Program Kampus Mengajar ini merupakan implementasi dari Kampus Merdeka yang bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan minat dan bakat dengan terjun langsung di sekolah. Program ini sangat bagus untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa, lebih-lebih kepada mahasiswa kependidikan seperti mahasiswa FKIP,” ujar Drs. Ir. Sumargono, M.Pd selaku Dekan FKIP Unipdu.

Untuk mengikuti program ini ada beberapa persyaratan diantaranya; berkas akademik, mahasiswa aktif semester 5, mahasiswa yang mengikuti organisasi serta berprestasi. “Jadi, memang bekal yang di miliki siswa selama 5 semester ditantang untuk di terapkan di dalam dunia kerja secara langsung” jelas Margono.

5 mahasiswa FKIP Unipdu itu akan ditugaskan di beberapa sekolah yang telah ditentukan oleh Kemdikbud Ristek, namun tetap disekitar tempat tinggal mahasiwa. Namun tidak tentu mereka dalam satu kelompok. Karena dalam satu kelompok terdiri dari lima sampai dengan delapan mahasiswa, yang nantinya membantu sekolah. “Kampus Mengajar Yang dimaksud disini , mahasiswa juga membantu proses pembelajaran dalam hal ini pendampingan. Seperti guru yang masih kesulitan dalam menyesuaikan pembelajaran di situasi pandemi covid 19 ini, berupa pembelajaran daring yang menarik,” imbuh Margono.

Pada dasarnya, Kampus Mengajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah dan mengembangkan potensi serta melatih mereka dalam mengatasi masalah di suatu kegiatan. Harapannya mahasiswa dapat meningkatkan literasi di luar jurusan yang diambil dikampus, serta memperluas jaringan, dan melatih berkerjasama dalam sebuah tim