Dosen Unipdu menjadi Invited Speaker di Seminar Internasional, Taiwan.

 

Dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke-100, National Taiwan Normal University (NTNU), mengadakan berbagai kegiatan. Dikutip dari situs resmi NTNU (https://en.ntnu.edu.tw/news-show.php?id=12508), universitas yang berlokasi di jantung ibu kota Taipei ini menduduki peringkat ke-23 dunia, sementara di tingkat Asia menduduki peringkat ke-3 pada tahun 2020. Dari sejarahnya usia NTNU lebih tua dari usia negara Taiwan sendiri yang berdiri pada tahun 1949. Mengingat usia dan kontribusinya baik sebelum maupun sesudah merdeka terhadap negara, berbagai kegiatan peringatan tersebut didukung penuh oleh pemerintah setempat, terutama kementerian dalam negeri dan kementerian pendidikan.

 

Di bidang akademik, mayoritas civitas akademik NTNU menggelar berbagai forum akademik dan seminar bertaraf internasional. College of Education NTNU, dalam rangka mendukung peringatan 1 abad NTNU kali ini mengadakan Asia-Pacific Association for Teacher Education Annual Conference (APATE 2020) secara off-line untuk yang pertama kalinya setelah pandemi covid-19. Berdasarkan laman https://apate.edu.ntnu.edu.tw/index.php/en/constitution-en/, Konferensi internasional ini dikomandoi langsung oleh dekan Prof. Hsiu-Lan Shelley Tien, Ph.D dan mendapat dukungan langsung dari Menteri Pendidikan Taiwan. 

 

Akademisi pendidikan yang berasal dari berbagai negara di Asia Pasific diundang sebagai Invited speaker untuk berbicara bersama akademisi Taiwan dalam acara yang dikemas dengan nama cross-national panels. Mereka yang datang langsung ke Taiwan diantaranya; Prof.  Keita Takayama dari Kyoto University, Jepang, Prof.  Li-Ching Ho dari University of Wisconsin-Madison, USA, Prof. Buenviaje, Professor Jerome T dari University of the Philippines Diliman, dan Direktur Pascasarjana sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unipdu, Assoc. Professor Dr. Hj. Uswatun Qoyyimah SS., M.Ed., Ph.D. Dengan mempertimbangkan kondisi convid-19 di negaranya, beberapa akademisi lain hadir secara online, seperti Prof. Hoang, Mai-Khanh Online dari Vietnam, Dr. Koh, Aaron Soon Lee dari The Chinese University of Hong Kong,  Dr. Kenayathulla, Husaina Banu Online dari University of Malaya, Malaysia, Dr. Chua, Bee Leng dari National Institute of Education, NTU, Singapore, dan  Dr.  Eisuke dari Monash University, Australia. 

 

Dekan FKIP Unipdu, Drs. Sumargono M.Pd mengaku bangga dengan pengakuan internasional terhadap dosen FKIP Unipdu tersebut. Menurutnya, jarang sekali dosen Indonesia diundang sebagai Invited Speaker di forum akademik berkelas internasional. Lebih lanjut beliau mengemukakan “Sejauh yang saya tahu, bahkan dosen-dosen PTN, khususnya di bidang pendidikan, jarang sekali mendapat undangan sebagai invited speaker di forum-forum Internasional”.  Karya-karya tulis Assoc. Professor Dr. Hj. Uswatun Qoyyimah SS., M.Ed., Ph.D. di jurnal-jurnal bereputasi internasional dengan sitasi yang telah mencapai +/- 250 menjadi pertimbangan utama Dosen FKIP Unipdu ini diakui para akademisi pendidikan internasional, pungkasnya.